Dinsdag 23 April 2013

PaK Lubi

Geplaas deur Unknown om 23:19
"Jangan tidur terus di kelas.."
"tadi mimpi apa kamu.. (?)"

yang ditunjuk merasa terintimidasi, celingak celinguk, pasang tampang sok innocent, colek-colek yuli, buang muka, buang diri (baca:raup ke kamar mandi), beli permen (dan selalu, atau lebih sering, permen di Bursa habis) jangan-jangan yang suka ngantuk seperti saya banyak hehehe, duduk di luar ngerasain angin, masuk kelas lagi..

"karena tidak berminat makanya selalu tidur.."
sambil menunjuk, dan selalu menatap saya, pak Lubi (dosen Elemen Mesin) terus mengintidasi saya, ooh mennn, muke gile. Ta simpen dulu ni muka di tas.
tersudutkan...


"baik saya tanya, angka keamanan boleh kurang dari 1 tidak?"
bombardir serangan tanpa ampun, dan telunjuk, tatapan semua bergerak kepada saya, dalam keadaan terdesak melihat ke surrounding, berharap ada bunyi bel berdering pertanda saatnya pulang, pelajaran sudah usai, tapi yang terdengar hanya celotehan teman-teman yang semua berkata "tergantung pak, tergantung pak..". Haduh tapi sayang sekali jawaban mereka tidak sama dengan pemikiran saya, saya sudah pernah mendapatkannya. Tetapi dalam keadaan situasi seperti ini, baru bangun tidur, saat nyawa hanya terkumpul sebagian, g nyampe setengah, saya susah menjelaskan alasannya, tetapi yang pasti jawabannya adalah "tidak boleh kurang dari 1". Tapi untuk alasannya, haduhhh, memori yang serupa roll film dalam otak saya tidak mau berputar.

Karena terus terdesak akhirnya saya menjawab
"tidak boleh kurang dari 1 pak",
saya pikir teman-teman saya juga tahu itu, tapi mereka tidak yakin, sehingga memilih area abu-abu. Sering saya mendapati seperti itu. Entah di komunitas mana, di daerah apa, manusianya siapa aja, bahkan bangsa ini suka banget sama yang abu-abu. Tidak ada sikap. Mencla mencle. Untuk teman teman saya piss mennn!! Untuk bangsa ini (setidaknya saya sebagian dari bangsa), tidak semuanya kok, tetapi sebagian besar iya.. Banyak yang tahu korupsi itu haram, banyak yang membenci korupsi tetapi saat pemilihan kepala desa masih dengan sukarela mau menerima uang 50.000, saat mengurus surat-surat biar dipercepat bayar ke petugasnya.

*menghela napas, seperti ada sesuatu yang tergerus dalam dada, sesak

Bahkan yang lebih tidak nalar, masih banyak wanita muslim yang tidak teridentifikasi, samar. Tidak terlihat identitasnya, celana pendek sepaha (naudzubillah), rambut tergerai, hemm..
Apakah mereka malu dengan kemuslimannya, jangan pake kedok hati dah, hati dibawa-bawa, kalau kognitif yang logis saja diabaikan
mau pake hati (nurani). Sekali lagi ini saya tegaskan, menutup aurat itu bukan masalah siap g siap, bukan masalah hati, bukan menn!! Berhenti pakai alasan klise itu.

Pada satu kesempatan lain, seorang kakak yang saya kira paham pernah berkata,
"dia jadi ketua... karena dia bisa menjadi penengah, tidak berpihak"
menn, g ada yang objektif men. Sekalia lagi, semua yang ada di alam semesta ini tidak ada yang objektif yang ada hanyalah subjektif yang dirasionalkan. Rasanya saya muak dengan orang-orang yang tidak memiliki sikap, rada sama dengan penjilat, disana bilang benar disini juga bilang benar. Aaarrgghhh. dan sialnya.. saya banyak bertemu dengan mereka..

Partai politik, visi hidup juga.  Jangan biarkan mencla-mencle. Punya sikap. Soal bagaimana paraelit-elit partai politik mampu memberi arti keberadaan suatu partai politik,bukan semata pada tujuannya untuk menjadi instrumen pencapaian kedudukan,tetapi jauh lebih berarti adalah menggerakan fungsi-fungsinya untukmengartikulasikan kemaslahatan rakyat banyak. Sehingga bukan sebuah alasan untuk mendapatkan suara terbanyak di pemilu kita rela mengorbankan idealisme.

arrghhh..
http://www.arrahmah.com/news/2013/04/23/innalillah-pks-usung-caleg-pendeta-kristen.html

izinkan untuk kali ini saya kecewa___
bagi yang tidak suka tulisan saya ini tidak apa-apa, tak masalah bagi saya
haha

0 opmerkings:

Plaas 'n opmerking

 

schönes Leben Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea