Donderdag 11 April 2013

Donat

Geplaas deur Unknown om 20:22
Akhirnya..
Setelah melewati hari luar biasa menjenuhkan, melewati 2 UTS (Ujian Tengah Semester) secara dramatis, gimana g, orang buat note aja yang harusnya A3, ta buat A4, dan baru ta tulis H-1jam. Beruntung allah menganugerahkan tangan kuli kepada saya, jika yang lain mengerjakan quis dalam waktu 2 jam, saya cukup 10 menit :p tetapi belum mengalahkan kecepatan cahaya :D . Bahkan sebelum-sebelumnya untuk mata kuliah yang satu ini, tugas pun saya nyontek, nda pernah sekalipun saya kerjakan sendiri, rasanya nda minat sama ni mata kuliah hehe (don't try @home). Tetapi saat ujian, alhamdulillah lancar, jadi suka deh.., bukan sama mata kuliahnya, tapi sama dosennya (nah lho?!), maksudnya karena tu dosen baik banget ngasih soal yang mudah. Terimakasih bapak..

Saya pikir kekacauan dan keribetan hari ini sudah semuanya berada di bak cucian bersama baju-baju kotor yang belum sempat saya cuci. Baru saja sampai kos dan kaos kaki ta lepas 3/4 handpone saya bergetar, saya lupa sejak siang saya silent. 6 message. Dari kak rendra, mb endang (mb kos), li, na2 axis, nomor baru, dan satu lagi, sebut saja bobon.

from : bobon
aku di surabaya, sampai tadi sore

langsung saya pencet replay

ooh.. iya..
apa kabar?

from : bobon
aku lagi di keputih, di es buah

hampir saja ta bales, ngapain.. tapi g jadi, seperti pertanyaan konyol, atau saya balas ooh.. saja begitu (?), ah itu juga lebih konyol. Aduuuhhh... mbales sms begini saja kok ya lama, ribet sendiri, tiba-tiba saya berhenti mengetik akhirnya karena ada sms masuk

from : bobon
tidak ingin menemuiku?

send to : bobon
iya ini aku jalan kesana

.....................................
saya datang dari arah yang berlawanan dengan dia menghadap, masih sama saja dia, tidak berubah sejak dulu, kurus. Kemudian saya memilih untuk duduk di sebelahnya membelakanginya.

sudah lama?
iya, 7 jam lebih 5 menit..
sebegitu lamanya disini ngapain?
siapa bilang disini  selama itu
sejak dari Bandung setelah kujumlah sekitar 7 jam lebih 5menitan

hemm...
kenaapa itu bajumu? habis jatuh?
tanpa menoleh
iya..
....................
heningg... 
kamu.. pasti sbenarnya.. sudah ingin ngomel-ngomel
saya berusaha mencairkan suasana,
lain kali hati-hati..
baiklah (tersenyum)
mas-mas tiba2 datang ngasih sop buah,
kamu yang pesen?
iya

buat kamu
....................
 Ada acara di Surabaya?
Saat seperti ini selalu membuatku berpikir, jangan-jangan aku yang terlahir cacat. Ada satu bahasa di semesta ini yang tidak terikut ke dalam paket genetikku, makanya aku selalu gagal mengerti. Padahal, seorang ahlinya ada sangat dekat disini, kamu, guru besar bahasa aneh itu. Bahasa dari tempat cinta punya logika serta hukum sendiri
glekk..
menelan ludah
ooh aku salah y.. (membatin)


kapan mau bangun?
hah?
saya gelagapan..
dia menggeleng,
Itu kebutaan sejati. Kamu memilih menjadi tunanetra padahal mata kamu sehat. Kamu tutup mata kamu sendiri. Dan kesedihan kamu pelihara seperti orang mengobati luka dengan cuka, bukan obat merah
semoga suatu saat kamu mengerti
Sahut saya senormal mungkin, menahan agar semua ucapan saya tidak terdengar bergetar. Sembarangan bener emang selalu ni anak, meskipun terkadang apa yang dikatakannya kemungkinan besar ada benarnya.

Sudah lama sepertinya aku mengerti itu, jika tidak, tidak mungkin aku disini, datang untuk kedua kalinya.
Segera  saya berdiri, beranjak pergi sebelum dia meneruskan kalimatnya, yang  mungkin akan membuat perasaan saya malam ini tidak nyaman, saya sedang tidak ingin berkompromi dengan hal-hal itu. Sebelum kemudian dia berkata..
sebentar saja, aku tidak akan lama..
ucapnya cepat dengan kepala tertunduk
sop mu juga belum kamu sentuh, airnya sudah menggenang, aku pesankan lagi..
tidak usah, aku makan saja yang ini..
Nafasnya diatur satu persatu, saya tahu ini berat untuknya, menyimpan mendung yang hujan pun tak kunjung turun atau bahkan mustahil matahari akan bersinar.

Aku tetap tidak akan pernah jadi pujangga dan tetap mengantuk kalau membaca buku filsafat. Aku tetap Bobon, Si Monokrom, yang melihat segalanya tiga dimensi, dan bukannya empat seperti kamu. Tapi sekarang aku mengerti kondisi aneh itu..
Karena aku mengalaminya. Kebutaan itu. Enam tahun aku berusaha merasionalkan semua ini, kesimpulanku selalu sama: aku harus menemuimu lagi.
Dan aku tetap bobon, yang kalkulatif dan tidak mau rugi, tapi kali ini aku benar-benar tidak mengharap apa-apa. Aku hanya ingin mengatakan ini semua, dan... sudah
besok hari apa?
jum'at
aku ujian Kinmek
sebelum balik, ini aku bawakan ini untuk kamu, tiket untuk membawamu kembali
aku menggeleng,
aku bawa dua satu untukku, satu untukmu..
enak kok donatnya,
sementara dia mengunyah, aku menelan ludah yang rasanya sangat asin. Ah aku kehilangan kelucuanku malam ini..
Makanlah..

Sudah jam sembilan, aku pamit, terimkasih sop buahnya
dengan suara bergetar saya segera pergi, kemampuaanku untuk selalu bisa bersikap tenang menjadi berkurang 80%. Arrgghhhhh, saya tidak cool lagi..
Biarkan semuanya basi dan menumpuk di tong sampah bersama sepotong donat terakhir itu. Aku sedang tidak ingin berpikir apapun, merasakan apapun, aku hanya ingin sampai di kos dan tidur di kamar.
One message received
From : bobon
aku hampir menyelesaikan pesawatku, akan ku ajak engkau yang pertama terbang ke bulan.

To : Bobon
nda ah, aq nda mau mati konyol karena jadi kelinci percobaan dari pesawatmu :p

From : Bobon
Kumat  Sule

Aku wisuda september, tapi agustus aku berangkat ke jerman, aku pastikan bisa membawa semua yang pernah tertinggal :)

To : Bobon
Mudah-mudahan

Tuan bobon, aku sudah tidak sama lagi. buang semuanya bersama dengan potongan donat dan segala hal tentang donat terakhir malam itu. Urusan donat sudah tamat.


aku sudah membuangnya sepenuhnya, jadi sudah tertinggal aku disini
amann :)


0 opmerkings:

Plaas 'n opmerking

 

schönes Leben Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea