Di papan tulis sudah penuh dengan rumus-rumus dan angka
Dinamika Teknik, aku membayangkannya seperti benang ruwet yang digulung
para bocah-bocah kecil di tanah lapang habis main layang-layang dan
terburu-buru harus pulang karena takut dimarahi ibu sudah bermain
seharian. Atau seperti sisa-sisa coklat yang manis di bibir anak kecil
yang belepotan, berantakan sekali, tapi menggoda hehe :p
murid : pak itu bagaimana caranya mendapatkan F12 nya? ( F12x dan F12y nya sudah diketahui )
guru : hayoo gimana caranya??
sambil dengan tatapan mengintimidasi dan telunjuknya yang mengarah kepada saya, just for me, 1 VS 1 ,
*salah tanya gue men.. Hemm...
Kali ini pertempuran harus menang, jika tidak, muka gue...???@#$%^&*
murid : ooh iya iya sudah tahu pak,
si murid sok sokan hahahaha, harga diri mennn!!!
guru : iya gimana caranya..???
Eng ing eng, hohohoho. Tenangggg...
Karena aku sudah mengerti beneran, hohohoho
murid
: pake rumus pitagoras pak untuk mencari resultan sebuah vektor dengan 2
bidang kan pak, jadi F12 nya dicari dari akar F12x kuadrat ditambah
F12y kuadrat pak..
guru : baik saya lanjutkan...
kali ini tak akan ku biarkan muke gile itu muncul lagi hohohoho, menanggg :p
Memang
berbeda sekali aku ketika mengikuti mata kuliah ini, Dinamika Teknik.
Semangatku selalu berkibar di langit yang biru, amat banyak, menghias
angkasa... ( yuu yu.. isap insap nak.. hehe :p).
Oke kembali ke topik.
Berbeda sekali ketika aku mengikuti mata kuliah Elemen Mesin (Elmes), padahal yang mengajar adalah orang yang sama, sang Guru Besar Teknik Mesin, IR. J. Lubi, but why??
Saat matakuliah Elmes aku selalu saja tidur padahal aku duduk di paling depan. Setelah aku merenung, tadi sehabis subuh, sambil liat ke langit, siapa tahu ada hujan uang tiba-tiba, atau hujan bubur yang masih anget, trus dikasih kecap asin, terus dikasih sambel dikit, dan yang paling penting ada taburan baksonya, hemm jangan lupa dikasih seledri juga, mantaappp. yuuu?????-_-"a
Baiklah saya akan serius (sedikit)..
Dari
analisa saya, apa yang terjadi kepada saya bisa jadi juga terjadi
kepada teman-teman yang lain. Salah masuk jurusan sehingga merasa tidak
punye feel, akhirnya memaksimalkan jatah boleh mbolos nya, minta
TAin temen-temen, dan kampus menjadi dunia yang asing. Seperti salah
orbit, yang lain berputar CCW (counter clock wise) sedangkan diri ini
berputar CW (clock wise), pusing dah jadinya. Dan akhirnya saat
pembagian IP ada pertanyaan gila yang selalu muncul, kok nilai gue jelek ya??
Semester
selanjutnya karena melihat mama menangis jadilah kita mencari-cari les,
tutorial dari yang gratis sampe yang prabayar, tapi di akhir
ternyata... IP gue kok ya masih nasakom y??
Akhirnya muncullah SP, terdakwa siap-siap disidang oleh si mama dan papa. Jurus terampuh adalah ngelesss..
"yang model kaya' aku itu banyak kok pah di kampus, dijurusanku.."
Akhirnya muncullah SP, terdakwa siap-siap disidang oleh si mama dan papa. Jurus terampuh adalah ngelesss..
"yang model kaya' aku itu banyak kok pah di kampus, dijurusanku.."
Itu benar, banyak sekali, berarti ada yang keliru.
Tutorial
dimana-mana banyak sekali, foto copyan contoh-contoh soal ampe seabrek
di tiap-tiap foto copyan jurusan, solusi cepat model les-lesan gitu
banyak, but, kenapa kita stagnan??
Jawabannya adalah...
.
.
.
.
nungguin ya?? :D
mau tahu y?? Matau aja atau mau tau nget?? :D :D wkwwkwkwkwkw
"kita belum mengenal pola belajar kita"
Sehingga hal pertama yang harus dilakukan adalah : (ini tips untuk yang semua yang peduli pada diri sendiri dan lingkungannya)
1. Menginspirasi
Menginspirasi
berbeda dengan memotivasi, menginspirasi ibaratnya kamar yang gelap
kemudian ada seberkas cahaya sehingga bisa melihat, melihat potensi
diri, mengenali apa mau kita dan bagaimana kita seharusnya. Hal mendasar
ini yang belum ada di ITS, perpustakaan hanya menyediakan 90%nya adalah
buku-buku mata kuliah, padahal rata-rata mahasiswa (khusunya mesin)
sudah mempunyai buku sendiri, jadi buku-buku yang berisi tentang
bagaimana belajar yang menyenangkan atau bagaimana mengenali potensi
diri harusnya lebih banyak disediakan. Selain itu membentuk lingkungan yang nyaman dengan membentuk forum-forum diskusi
(tidak melulu bicara kuliah) yang menampung saat mahasiswa capek dan
bosan kuliah. Misalnya sehabis sholat dluha, mengaji sebentar, kemudian
bermain, atau bersilaturrahmi dengan teman-teman di sekretariat putra
(untuk yang putra)/putri (untuk yang putri) yang berada di dekat masjid.
Atau mengobrol sebentar merefresh pikiran dengan teman-teman yang
sedang duduk-duduk di beranda mesjid yang sejuk, atau jika lapar
mengajak teman yang baru dikenal saat selesai shalat dluha tadi makan
sambil diskusi di kantin pusat, dan banyak lagi. Karena dengan bertukar
pikiran, banyak hikmah yang bisa kita ambil sehingga tidak hanya asumsi
kita saja yang mendominasi. Dan dua hal tersebut tidak pernah terpenuhi, baik disekolah-sekolah maupun kampus, padahal hal tersebut sangat mendasar.
Hal yang terlupa juga adalah, menjadikan tiap diri kita adalah inspirasi bagi orang lain, right?? ^_-
2. Memotivasi
Hal yang terlupa juga adalah, menjadikan tiap diri kita adalah inspirasi bagi orang lain, right?? ^_-
2. Memotivasi
Nah
memotivasi berarti sudah tahu potensi kita, sudah ada keinginan untuk
bergerak tetapi kekuatan itu belum cukup besar karena mungkin banyak
kendala, nah baru peran tutorial, les-les, pelatihan dsb disini
perannya. Selain itu motivasi selain hal-hal yang berkaitan dengan
matakuliah juga boleh, tentang ilmu-ilmu kehidupan seperti ilmu-ilmu
kepemimpinan, ilmu-ilmu tentang kepribadian dll.
Jika tiap orang langsung di treatmen dengan menjejalinya dengan tutorial, yang sebenarnya jika ada penelitiannya, tidak terlalu besar pengaruhnya (sepengalaman pribadi), karena tutorial hanya memberi tahu (sekedar itu saja) tetapi tidak memahamkan, kepahaman akan lahir dari pengertian yang mendalam terhadap suatu hal, jadi mustahil jika hanya karena tutorial kemudian jadi keren banget gitu nilainya, terkadang dosen pun mengubah pola soal, dan itu sangat berbahaya (riskan) untuk mereka yang hanya sekedar tahu tapi tidak paham. Ada abnyak kelemahan tutorial, besok atau lusa insyaallah akan saya jabarkan.
3. Terakhir
Sini aku bisikkan.....
"Now!"
Terakhir..
Aku ingin membisikkan sesuatu, bahwa
kalian, ummat ini telah diprediksi menjadi sebaik-baik makhluk, telah
tertulis sebagai yang spesial, saya ulangi, kalian semua adalah
istimewa, sungguh. Bukan aku yang mengatakan itu, tetapi Dia. Yang
menciptakan aku dan kamu. Tertulis dalam kitab keabadian yang
kemurniannya terjaga sepanjang zaman. Bahwa kalian Istimewa. ISTIMEWA.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11
Samuel Smiles mengawalinya dengan gagasan atau pikiran. Tanamlah gagasan, petiklah tindakan. Tanamlah tindakan, petiklah kebiasaan. Tanamlah kebiasaan, petiklah watak. Tanamlah watak, petiklah nasib. Dimulai dari gagasan yang diwujudkan dalam tindakan, kemudian tindakan yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan berkali-kali akan menjelma menjadi watak, dan watak inilah yang akhirnya mengantarkan kita kepada nasib. Jadi nasib kita, kita sendirilah yang menentukan. Nasib
kita ada di tangan kita.
sini mendekat lagi, kubisikkan..Lakukan dan tunjukkan, Now..!!
Untuk bangsa yang Cerdas, Santun, dan Bersahabat
seperti mereka, anak kecil, tahu apa yang diinginkan, jujur, dan berkemauan keras (coba aja saat kita kecil kan kalau tidak dibelikan sesuatu yang kita inginkan pasti langsung menangis keras-keras sambil nginjek-nginjek bumi, seperti orang lagi manggil pasukan semut hohohoho :D)





0 opmerkings:
Plaas 'n opmerking